Perundingan Nuklir Iran di Tunda Selama Natal
Published on Sunday, 22 December 2013
20:07 //
World News
TEHERAN – Pemerintah Iran setuju menunda proses perundingan nuklir dengan Negara Barat untuk sementara. Penundaan dilakukan untuk menghormati perayaan Natal.
“Kami setuju untuk meneruskan perundingan, namun diputuskan untuk memulai kembali perundingan seminggu setelah Natal,” ujar Kepala Negosiator Iran Abbas Araqchi, seperti dikutip AFP, Senin (23/12/2013).
Hal tersebut disepakati saat Menteri Luar Negeri Iran melakukan pembicaraan telefon dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa (UE) Catherine Ashton. Seperti diketahui, Ashton ditunjuk sebagai pemimpin perundingan nuklir antara Iran dengan Barat.
Araqchi menambahkan, proses perundingan nuklir berjalan lambat. Pasalnya, kedua belah pihak memperdebatkan banyak poin secara detil.
“Perundingan tetap berjalan namun secara lambat. Saya harap tidak ada pihak yang berusaha mengganggu jalannya perundingan,” lanjut Araqchi.
Pada November, Iran dan Barat menyetujui kesepakatan nuklir terbatas. Kesepakatan tersebut mengharuskan Iran menghentikan beberapa aktivitas nuklirnya selama enam bulan. Sebagai imbalan atas komitmen Iran, Barat berjanji mencabut beberapa sanksi yang mereka berikan.
Kesepakatan tersebut diawasi secara terus-menerus oleh Barat. Jika Iran membuktikan komitmennya, akan dibuat kesepakatan nuklir yang bersifat permanen.
Proses perundingan sempat terganggu oleh ulah Kongres Amerika Serikat (AS) yang ingin memberikan sanksi baru kepada Iran. Pemerintah Iran menegaskan akan mencabut diri dari perundingan jika sanksi baru benar diberlakukan. Situasi mereda setelah Presiden AS Barack Obama memberikan jaminannya kepada Iran.
“Kami setuju untuk meneruskan perundingan, namun diputuskan untuk memulai kembali perundingan seminggu setelah Natal,” ujar Kepala Negosiator Iran Abbas Araqchi, seperti dikutip AFP, Senin (23/12/2013).
Hal tersebut disepakati saat Menteri Luar Negeri Iran melakukan pembicaraan telefon dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa (UE) Catherine Ashton. Seperti diketahui, Ashton ditunjuk sebagai pemimpin perundingan nuklir antara Iran dengan Barat.
Araqchi menambahkan, proses perundingan nuklir berjalan lambat. Pasalnya, kedua belah pihak memperdebatkan banyak poin secara detil.
“Perundingan tetap berjalan namun secara lambat. Saya harap tidak ada pihak yang berusaha mengganggu jalannya perundingan,” lanjut Araqchi.
Pada November, Iran dan Barat menyetujui kesepakatan nuklir terbatas. Kesepakatan tersebut mengharuskan Iran menghentikan beberapa aktivitas nuklirnya selama enam bulan. Sebagai imbalan atas komitmen Iran, Barat berjanji mencabut beberapa sanksi yang mereka berikan.
Kesepakatan tersebut diawasi secara terus-menerus oleh Barat. Jika Iran membuktikan komitmennya, akan dibuat kesepakatan nuklir yang bersifat permanen.
Proses perundingan sempat terganggu oleh ulah Kongres Amerika Serikat (AS) yang ingin memberikan sanksi baru kepada Iran. Pemerintah Iran menegaskan akan mencabut diri dari perundingan jika sanksi baru benar diberlakukan. Situasi mereda setelah Presiden AS Barack Obama memberikan jaminannya kepada Iran.













0 comments